MAKASSAR, wahdahsulsel.or.id - Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar mendapat kehormatan dengan kehadiran Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, Senin (2/11/2026).
Kedatangan tokoh nasional yang kini menjabat Komisaris Utama Bank Mega Syariah tersebut disambut antusias oleh ribuan mahasiswa saat ia didapuk memberikan Kuliah Umum di Masjid Anas bin Malik.
Mengusung tema “Dakwah Ekonomi dan Transformasi Peradaban Umat”, Kuliah umum yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (Himmah HES) ini berlangsung secara hybrid, dengan Mahasiswi di Gedung Aisyah.
Rektor IAI STIBA Makassar, Dr. Akhmad Hanafi Dain Yunta, menyambut langsung kedatangan Prof. Nuh beserta rombongan dan berharap kunjungan ini menjadi momentum pembuka jalan kolaborasi strategis antarlembaga.
Di hadapan sekitar 2.500 mahasiswa, Prof. Nuh langsung menggebrak dengan pesan filosofis tentang pentingnya menyiapkan masa depan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa masa kini adalah generasi digital native yang kelak akan memegang kendali penuh atas arah peradaban Indonesia.

Akan tetapi, Guru Besar ITS Surabaya ini juga memberikan peringatan keras terkait tantangan di era serba digital. Ia menyoroti fenomena krisis kesehatan mental, krisis identitas, hingga melemahnya daya kritis mahasiswa akibat terlalu bergantung pada kecerdasan buatan (AI).
“Alat sudah canggih, tetapi kompas moral belum ikut diperbarui. Sehingga generasi ini bukan kekurangan akses,melainkan kekurangan fondasi,” tegasnya, seraya memuji langkah IAI STIBA Makassar yang konsisten menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai fondasi moral mahasiswanya.
Untuk menjawab tantangan zaman, Beliaun juga mendorong para mahasiswa dari prodi mana pun untuk berani melek terhadap Artificial Intelligence, literasi data, dan kewirausahaan.
Ia meminta mahasiswa untuk fokus menjadi problem solver yang memiliki integritas dan life skill utuh, bukan sekadar mengejar pangkat tinggi namun minim kepribadian.
Kuliah umum yang turut dihadiri jajaran pimpinan DPP Wahdah Islamiyah dan petinggi Bank Mega Syariah ini ditutup dengan diskusi interaktif yang hangat. Menutup wejangannya, Prof. Nuh menitipkan pesan pamungkas untuk mahasiswa.
“Jangan matikan cahaya orang lain, tapi perbesar cahaya kita sendiri.” tutupnya.

Radio Wahdah